air mata yang patah
August 10, 2008 at 12:48 pm | In Uncategorized | 8 Commentsgesekan dedaunan bernyanyi lemah
dikepung angin basah
diantara ulat resah
dan air matamu patah
jatuh terkurai di keringnya tanah
sedang kerinduan adalah…
mata pisau yang kerap kau asah
di tiap perhentian
kita harus masih melangkah
di genangan cahaya
tanpa perlu bayangan
sebab hidup ini lucu
kadang kala angin menghempaskan butir-butir
debu…di ruang dada
dan hujan terlalu sinis menyapa
tapi kadang angin dan hujan
menumbuhkan bunga…
yang tak layu di ranting
jiwa kita..
8 Comments »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
Leave a comment
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.

ayo tluis puisinya lagi dunk…..
Comment by arifudin — August 11, 2008 #
dan saat kusapu air matamu yang patah
aku yakin itu anugrah
indah
ah, puisi yang menggugah
Comment by mojosari.net — August 11, 2008 #
kerinduanku padamu
bagaikan kerinduan seorang ibu yang menanti kepulangan anaknya,
menghiba dan berusaha menyembunyikan tangis diantara segala resah..,
kerinduan itu telah buat kita untuk tetap hidup…
untuk satu pertemuan yang diharap..,
dalam cinta.. dalam hujan air mata kebahagiaan…
Comment by jiwakelana — August 12, 2008 #
Nice poetry..
Comment by gajah_pesing — August 15, 2008 #
dilarang ganjen lho ya.
di L A R A N G ya ingat lho
Comment by arifudin — August 16, 2008 #
Hm,,, puisi-ne uapek yo…
Comment by galihyonk — August 19, 2008 #
pesan puisi bisa mbak…???
Comment by ircham — August 20, 2008 #
bisa..???, sip2 besok tak ambil…berapa no rek. sampean??
Comment by ircham — August 20, 2008 #