takkan kutukarakan cintanya

April 12, 2008 at 9:04 am | In Tulisanku | 4 Comments

betapa kebetulan ini
kebetulan yang manis bagai mimpi
mempertemukan kita di sini di negri jauh ini,
di sini kita,dua jiwa sesama asing ini,
dipersatukan sang seni
yang membawa kita jauh tinggi
seakan jiwa kita sebuah lagu
mengapung di udara dan di dunia yang sahdu
kau berkata:betapa dalam matamu,
betapa manis wajahmu.
kau katakan itu dengan gairah hatimu yang bergema sunyi,
karena kita tidak sendiri,
dan di matamu ajakan,
dan di hatiku kemabukan
tak terperikan.
aku perempuan,..maka maafkanlah ketinggian hatiku,
bila bisikanmu membelai hatiku,betapa dalam matamu,
betapa manis wajahmu.
o..penyair,di negriku,
negriku yang kucinta,
ada padaku seorang kekasih menunggu,
ia kawan setanah airku yang takkan kusia-siakan
hatinya…
ia kawan setanah airku yang takkan kutukarkan
cintanya…
dengan harta dunia
dengan bintang-bintang yang bercahaya
dengan bulan
namun kemabukan mencekam hatiku
bila di matamu mengembang bayang-bayang cinta
atau ajakan bercahaya
aku perempuan,maka maafkan ketinggian hatiku
bila bisikanmu membelai hatiku,betapa dalam matamu
betapa manis wajahmu

4 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. ehm….

    tulisan indah sekali dengan pilihan kata yang menawan…. :-)

    ya iyalah..secara gt loch..;)

  2. Wah, sip banget puisinya.
    Hehehe….
    Salam kenal

    wah..trima kasih pak edi udah mampir…

  3. jempol deh… saya salut dengan puisinya, tentang arti kesetiaan.

    makasih ya…udah mampir..;)

  4. Hmm,..

    Saiya memang manis,..

    :P :P :P

    ye…narsis banget…:mrgreen:


Leave a comment

XHTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.